💊🔧Mengobati Jiwa dengan Muhasabah 🔙 Bagian 2

🔙🔙🔙🔙 02
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

💊🔧Mengobati Jiwa dengan Muhasabah 🔙

(ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc)

➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰

🎓 Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa muhasabah ada dua macam:
❗sebelum melakukan amalan dan
❗setelah melakukannya.

1. Muhasabah sebelum beramal

☝🏻Hendaknya seseorang berhenti sejenak di saat awal keinginannya, tidak segera beramal sampai jelas baginya kebaikan mengamalkannya daripada meninggalkannya.

🔊 Al-Hasan rahimahullah mengatakan,

“Semoga Allah Subhanahuwata’ala merahmati seorang hamba yang berhenti sejenak (berpikir) saat ingin berbuat.
📊 Apabila amalnya ikhlas karena Allah Subhanahuwata’ala, ia lanjutkan. Apabila bukan karena Allah Subhanahuwata’ala, ia mengurungkannya.”

🌺 Sebagian ulama menerangkan maksud beliau bahwa ketika jiwa tergerak untuk mengamalkan sebuah amalan dan bertekad melakukannya, ia menahan diri dan berpikir: apakah amalan tersebut dalam batas kemampuannya atau tidak?

🚀 Apabila ternyata di luar kemampuannya, ia tidak melanjutkannya.
Apabila masih dalam kemampuan, ia tetap menahan diri dan berpikir kembali:

❓❗apakah melakukannya lebih baik dari meninggalkannya atau meninggalkannya lebih baik dari melakukannya?

🌾Apabila yang akan terjadi adalah yang kedua, ia tidak melanjutkannya. Apabila yang akan terjadi adalah kemungkinan pertama, ia berhenti untuk ketiga kalinya dan berpikir lagi:

❓❗apakah yang mendorong amalan tersebut adalah menginginkan wajah Allah Subhanahuwata’ala dan pahala dari-Nya atau menginginkan kedudukan, pujian, dan berharap materi dari makhluk?

🔓Apabila jawabannya adalah yang kedua, ia tidak melanjutkannya walaupun perbuatannya akan menyampaikan dirinya kepada keinginannya. Hal ini dilakukan agar jiwanya tidak terbiasa berbuat syirik dan merasa ringan untuk beramal karena selain Allah Subhanahuwata’ala. Karena, seukuran dengan ringannya beramal untuk selain Allah Subhanahuwata’ala, akan berat baginya untuk beramal karena Allah Subhanahuwata’ala.

💫🔥 Akhirnya, keikhlasan menjadi sesuatu yang paling berat baginya.
Apabila jawabannya adalah yang pertama, yakni karena ikhlas, ia berhenti lagi dan berpikir:

❓❗apakah akan ada yang membantunya dan menolongnya apabila amalan itu membutuhkan bantuan, atau tidak? Apabila tidak ada yang membantunya, ia tidak melanjutkannya… Apabila ia mendapatkan penolong, ia melanjutkannya, dan tentu dia akan mendapat pertolongan.

💎 Kesuksesan tidak akan luput kecuali apabila terlewatkan salah satu dari bagian-bagian (muhasabah) ini. Sebaliknya, dengan terpenuhinya tahapan-tahapan tersebut, tidak akan terlewatkan kesuksesannya.

🔛 Bersambung Insyaallah 🔛

📚 Tholibul Ilmi Cikarang

📂 Dapatkan artikel artikel dari grup2/channel2 salafiyin di 🌐 www.salafymedia.com atau join 🔭 http://bit.ly/salafymedia

✒ Artikel ini kutip dari : http:// asysyariah.com/mengobati-jiwa-dengan-muhasabah
#tholibulilmicikarang #muhasabah

Rabu 24 Rabiul akhir 1437H/03/February 2016M jam 12.34 wib

admin