💊🔧Mengobati Jiwa dengan Muhasabah 🔙 Bagian 3

🔙🔙🔙🔙 03
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

💊🔧Mengobati Jiwa dengan Muhasabah 🔙

(ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc)

➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰

2. Muhasabah setelah beramal

🌾 Muhasabah jenis ini ada ada tiga macam.   
                                                   a. 💐 Muhasabah terhadap jiwa dalam hal ketaatan yang ia tidak dapat melaksanakannya dengan sempurna terhadap hak Allah Subhanahuwata’ala.

⚪Hak Allah Subhanahuwata’ala dalam hal amal ketaatan ada enam, yaitu
❕✅ (1) ikhlas dalam beramal,
❕✅ (2) berbuat yang terbaik untuk Allah Subhanahuwata’ala ,
❕✅ (3) mengikuti Rasul-Nya dalam ketaatan tersebut,
❕✅ (4) melaksanakan ihsan (betul-betul merasa diawasi oleh Allah Subhanahuwata’ala ),
❕✅ (5) merasakan karunia Allah Subhanahuwata’ala terhadapnya, dan
❕✅ (6) merasakan kekurangannya dalam melaksanakannya.

b. 🌺 Muhasabah terhadap dirinya atas segala amalan yang ditinggalkannya lebih baik daripada yang dikerjakannya.

c. 🔎 Muhasabah terhadap amalan yang mubah atau terbiasa dilakukan, mengapa dia melakukannya?

❓❓Apakah ia meniatkannya karena Allah Subhanahuwata’ala dan negeri akhirat sehingga mendapat keberuntungan, ataukah
⁉ karena dunia sehingga ia merugi dan tidak mendapatkan keberuntungan?

🎯 Praktiknya, pertama, dia melakukan muhasabah terhadap dirinya dalam hal amal-amal yang wajib.

☝🏻Apabila dia ingat ada kekurangan padanya, segera dia susul dengan qadha atau dengan memperbaikinya.

📡⌛ Selanjutnya, ia melakukan muhasabah terhadap dirinya dalam hal larangan-larangan Allah Subhanahuwata’ala .

📶 Apabila dia tahu bahwa dia telah melakukan sebagiannya, segera ia susul dengan bertaubat dan beristighfar, serta dengan amalan-amalan saleh yang dapat menghapusnya.

✈ Berikutnya, dia melakukan muhasabah terhadap dirinya dalam hal kelalaiannya. Apabila dia telah lalai dari tujuan dia diciptakan (yakni ibadah), segera ia menyusulnya dengan berzikir dan menghadapkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata’ala .

🔊❓ Kemudian, ia melakukan muhasabah terhadap
❔apa yang diucapkan (oleh mulutnya),
❔langkah kedua kakinya,
❔apa yang diperbuat dengan kedua tangannya,
❔atau yang didengar oleh kedua telinganya.

🌡Ia meneliti, apa tujuannya, apa niatnya, dan bagaimana cara melakukannya.

⛳ Hendaknya dia mengetahui bahwa dalam setiap gerak dan ucapannya akan ada dua catatan.
▶ Yang pertama, untuk siapa engkau melakukannya?
▶ Yang kedua, bagaimana engkau melakukannya?

0⃣1⃣ Yang pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasannya, sedangkan yang
0⃣2⃣kedua adalah pertanyaan tentang ittiba’nya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman,

“Maka demi Rabbmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (al-Hijr: 92—93)

“Sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami), maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedangkan (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).” (al-A’raf: 6—7)

“Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.” (al-Ahzab: 8)

🚠 Apabila orang-orang yang jujur dan benar saja ditanya dan dihisab atas kejujurannya, lantas bagaimana dengan para pendusta?

⚫Qatadah rahimahullah mengatakan, “Dua kalimat yang orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan akan ditanya tentangnya:

♻ Apa yang kalian ibadahi?
♻ Bagaimana kalian manyambut para rasul? Setiap orang akan ditanya tentang sesembahannya dan bagaimana ibadahnya.

🔛 Bersambung Insyaallah 🔛

🔭 JOIN CHANNEL TELEGRAM KLIK http://bit.ly/salafymedia

✒ Artikel ini kutip dari : http:// asysyariah.com/mengobati-jiwa-dengan-muhasabah
#tholibulilmicikarang #muhasabah
____________________________
almuwahhidiin.salafymedia.com
📚 طالب العلم جيكارنج

Kamis 22 Jumadil akhir 1437H/31 Maret 2016M Jam 06.01 Wib

admin